Sebuah video viral Pasha Ungu mundur dari DPR ramai beredar di media sosial. Dalam video itu, politisi sekaligus musisi bernama asli Sigit Purnomo Said disebut mengundurkan diri dari DPR RI dengan alasan menolak ikut "makan uang haram".
Kutipan "lebih baik mundur demi rakyat saya" yang dinarasikan dalam video tersebut langsung membuat publik heboh. Konten ini tersebar di TikTok, X (Twitter), hingga WhatsApp, dan dirayakan sebagai simbol perlawanan dari dalam parlemen.
Namun, apakah benar Pasha Ungu DPR mundur karena alasan ini? Atau jangan-jangan video itu hanyalah hoaks belaka?
1. Video Viral Pasha Ungu Mundur Bikin Heboh Netizen
Dalam video yang beredar, terlihat foto Pasha Ungu di ruang sidang DPR dengan narasi emosional yang menggambarkannya sebagai sosok berintegritas.
Kalimat "tidak mau ikut makan uang haram" membuat banyak orang percaya bahwa Pasha benar-benar meninggalkan jabatannya demi menjaga integritas. Tak heran, video ini langsung viral dan mendapat banyak komentar positif dari netizen.
2. Narasi "Pahlawan DPR" yang Menggugah Emosi Publik
Klaim pengunduran diri ini dianggap publik sebagai sikap heroik Pasha Ungu. Ia digambarkan rela meninggalkan jabatan terhormat di DPR demi rakyat.
Di tengah banyak kontroversi terkait DPR seperti tuntutan kenaikan tunjangan hingga pernyataan yang dianggap arogan—narasi ini terasa seperti mimpi yang jadi nyata bagi masyarakat.
3. Faktanya: Hoaks, Tidak Ada Konfirmasi Resmi
Setelah ditelusuri, tidak ada satu pun konfirmasi resmi dari Pasha Ungu, Partai Amanat Nasional (PAN), maupun pimpinan DPR RI terkait pengunduran diri tersebut.Media arus utama juga tidak pernah memberitakan kabar ini.
Artinya, klaim Pasha Ungu mundur dari DPR karena uang haram adalah hoaks. Video tersebut sengaja dibuat pihak tak bertanggung jawab untuk memancing emosi publik dengan memanfaatkan kemarahan terhadap DPR.
4. Kenapa Hoaks Pasha Ungu DPR Mudah Dipercaya?
Kasus ini menunjukkan betapa masyarakat begitu mudah percaya dengan informasi yang sesuai harapan mereka. Banyak publik yang kecewa dengan DPR, sehingga narasi "anggota DPR menolak uang haram" terasa meyakinkan dan cepat menyebar.
Hoaks ini menjadi bukti betapa rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap DPR. Bahkan, klaim tanpa bukti bisa dianggap kebenaran hanya karena sesuai dengan perasaan publik.
5. Pelajaran dari Hoaks Pasha Ungu Mundur
Kasus ini mengingatkan kita pada dua hal penting. Pertama, bahaya misinformasi dan hoaks di era digital yang bisa membentuk opini publik hanya lewat potongan gambar dan narasi manipulatif. Kedua, citra DPR yang buruk membuat masyarakat lebih mudah mempercayai hoaks daripada klarifikasi resmi.
Kabar Pasha Ungu mundur dari DPR karena menolak makan uang haram terbukti tidak benar alias hoaks. Tidak ada konfirmasi resmi dari pihak terkait, dan media kredibel pun tidak memberitakan hal ini.
Bagaimana menurut kamu? Apakah kasus ini lebih berbahaya karena efek misinformasi, atau karena memang citra DPR sudah terlalu buruk di mata publik?
Tulis pendapatmu di kolom komentar, ya!
Post a Comment