Sacred Relic - Part 1



Hari ini semua terasa berjalan normal dengan kebiasaan yang membosankan, pagi kerja hingga sore hari melakukan aktifitas yang biasa dilakukan pekerja kantor lain,berharap perubahan terjadi dan setiap hal yang membosankan ini menghilang dan tak terulang.

Perjalanan menuju kampusku ditemani dengan pikiran hal-hal yang membosankan, dan sore itu aku berharap semua hal yang terjadi adalah mimpi,( tiiii..............ttt.......... )truk itu... dan semua bayangan hal indah yang telah kulalui terulang. Beberapa hal indah ingin kuulang , tidak... tidak... tidak.. ini semua hanya mimpi hal itu tak mungkin terjadi .... bangunlah..... bangun..... .

Kilauan matahari menyinariku dibawah dedaunan pohon yang besar, badanku terasa lemah, serasa telah lama tidak melakukan pergerakan pada tubuh. Aku terbangun dan tertegun melihat keadaan sekitar begitu tenang , dikelilingi pohon yang sepertinya berusia sangat lama , suara gesekan daun tertiup angin , suara air mengalir, saat ini aku bahkan tak bisa membedakan apakah ini mimpi atau bukan jika hal ini adalah mimpi ku ingin ketenangan ini tetap bertahan lama dan tak berakhir.

Terbuai dalam keindahan, tak terasa waktu ini berjalan, matahari terbenam membuat ku berfikir ini adalah hal yang luar biasa, ya... ini mimpi yang luar biasa , tetapi... bagaimana caraku terbangun dari mimpi ini , aku berjalan menuruni bukit tempat awal ku berada mengikuti jejak jalan yang dikelilingi semak di sekelilingnya, badanku melemah.....

Syukurlah siang telah tiba, aku senang bisa bermimpi hal indah dan kuharap mimpi itu akan terus datang, aneh... perasaan aneh muncul dibenakku.... ini... ini bukan ruangan kamarku.... dimana aku .... ?, seorang lelaki paruh baya datang menghampiriku "Akhirnya kau sudah bangun, aku menemukan mu di jalan setapak dibukit sedang terbaring, makanlah makanan yang tidak seberapa ini , aku telah menyiapkannya untukmu", kaget... ! tentu saja aku merasa kaget dengan yang kualami kutampar diriku untuk merasakan apakah ini masih mimpi... ?

Spak..... spak.... ( bunyi tamparan pada pipiku ), "Hei anak muda hentikan, mengapa kau menyakiti dirimu sendiri , jika kau memiliki masalah tidak seharusnya kau menyakiti dirimu sendiri", rasa sakit pada pipiku mengatakan bahwa ini bukanlah mimpi tetapi dimana aku berada saat ini.... , "Paman, saat ini aku berada dimana ?" , "Tentu saja kau berada dirumahku yang sederhana ini.", "Bukan, bukan itu maksudku.", "Tenanglah anak muda , makanlah makanan ini dahulu , aku tidak memasukkan racun pada makananmu , hahahaha ". Perutku tak bisa berkompromi dengan aroma masakannya, "Saat ini kau berada di desa terlantar , reka, tak banyak warga disini jadi bersantailah dan pulihkan energimu".

"Maaf merepotkanmu paman, namaku ryu terimakasih telah menolongku", "Hmmm tak masalah asalkan tak ada korban lagi di desa ini, apakah kau seorang bangsawan ?, karena kulihat pakaianmu berbeda dari kami sepertinya kehidupan mewah menjelaskan yang terjadi dibalik dinding kerajaan,sebaiknya aku tidak memikirkan hal itu, hahaha , tapi tidak usah berpikir aneh, aku bukanlah perampok, tapi sedikit aneh jika kau tidak tau dimana kau berada saat ini...namaku Ershin, aku merupakan seorang petualang bebas".

"Aku tidak berasal dari wilayah ini,paman adakah tempat agar aku bisa mendapatkan informasi yang kubutuhkan", "Kusarankan kau pergi ke kerajaan, tapi akan sangat sulit dalam keadaan sekarang untuk bisa masuk secara bebas ke dalam dinding, tapi tak masalah jika kau membutuhkan itu aku akan membantumu, tunggu sebentar........., apakah kau bisa menggunakan katana ?".

"( Kerajaan.... ?, Desa terlantar..... ? apa apaan ini dimana aku sekarang ) dalam diam benakku berkata "Hei anak muda.. apa kau mendengarku.... ?" "Maaf paman, ya aku mendengarmu , aku tidak mahir menggunakan senjata itu paman". "Hmmm.... akan lebih sulit jika begitu, setidaknya kau bisa menggunakannya, hahahaha....... baiklah bawa pin silver ini denganmu dan gunakan pakaian ini agar terlihat lebih meyakinkan."

"Terlalu banyak bantuanmu paman, apakah hal ini tak apa ?" "Saat ini kau lebih membutuhkannya dari pada aku,lagipula kau terlihat seperti orang baik dan juga sudah saatnya aku untuk pensiun dini, hahahaha , dan bawa peta ini untuk memudahkanmu menuju kerajaan, jika para tentara menghampirimu tunjukkan saja pin silver ini, itu akan sangat membantu urusanmu, baiklah kuletakkan benda ini di meja dan sekarang beristirahatlah hingga pulih , saat kau sudah pulih aku akan mengijinkamu untuk pergi, jika tidak aku tidak ingin kau mati di perjalanan karena kondisi mu yang tidak jelas, hahaha. Aku harus bekerja , jadi kutinggal dulu."

"Terimakasih paman ershin." Beruntung.... orang baik yang kudapatkan , dan inilah kenyataan bahwa saat ini aku tidak bermimpi, atau ini merupakan mimpi yang memiliki rasa sakit.... entahlah, kulanjutkan istirahatku "Hei ershin siapa pemuda yang berada dirumahmu itu" "Dia Keponakanku dari tempat yang jauh" "Lebih baik dia tidak muncul atau akan dijadikan tentara wajib militer kerajaan" "Tenang saja, dia tidak berbeda jauh denganku" .............


Post a Comment

0 Comments