Sacred Relic - Part 2


Keesokan Hari.............. ( tiiii..............ttt.......... )truk itu... , mimpi buruk membangunkan ku, apakah truk itu menabrakku dan mementalkan ku hingga sejauh ini... ? tidak wajar rasanya jika aku masih hidup..... Pagi hari ...dengan udara yang sangat segar , kicauan burung, ayam , sapi yang terdengar tidak seberapa ekor, suara pintu terbuka.

"Ha... ternyata kau sudah bangun, ku buatkan sarapan untukmu, makanlah ryu." "Terimakasih paman , maaf telah merepotkanmu." "Ya jangan sungkan, melihat dirimu dan cincinmu, sepertinya memang kau tidak berasal dari daerah ini , tapi aneh beberapa tempat yang ku datangi memiliki simbol kerajaan pada cincin untuk melihat dari mana dia berasal dan seberapa tinggi tingkat otoritas pengguna tersebut, meskipun begitu kau tidak usah khawatir dengan hal itu , pin yang kuberikan sudah cukup untuk menjagamu dari masalah kerajaan."

"(Apa..... cincin...... ? semenjak kapan cincin ini berada ditanganku.....) Terimakasih paman " "Baiklah kau kutinggal untuk pergi bekerja" Aku mulai bersiap untuk pergi kekerajaan mencari informasi dimana aku berada, persiapan selesai aku keluar dari rumah paman ershin.

Reka desa yang memiliki penduduk tidak lebih dari 20 kepala keluarga , desa yang terlihat cukup menyedihkan jauh dari expektasi ku di kehidupan yang kuingat. Terlihat paman ershin dan rekannya sedang menggemburkan tanah di kebun depan. "Hei ryu apa kau akan pergi hari ini.... ?" "Benar paman, aku akan menuju kerajaan hari ini." "Baiklah jaga dirimu, kembalilah kesini jika kau ingin , aku akan menerimamu hahahaha."

"Hei anak muda, berhati² lah saat menuju kekerajaan, jalan menjadi tidak aman selama masa perang" "Terimakasih saranmu paman, baiklah paman ershin aku pamit" Reka.., aku akan mengingat desa ini, dan paman ershin yang telah membantuku,Terimakasih. Perjalananku pun dimulai...

Perjalanan ku menuju kerajaan menusuri jalan dari jejak kereta kuda, dikelilingi pemandangan padang rumput yang luas, angin sepoi- sepoi dan barisan bukit - bukit , terhanyut dengan suasana alam kutemui  persimpangan tiga diperjalanan, teringat peta yang diberikan paman ershin bisa memanduku,

" Berjalanlah dengan rasa dan nikmati setiap langkah perjalanan "

Awal kutipan yang bagus, tapi dimana gambar peta menuju kerajaan ?, apa aku salah mengambil gulungan atau paman ershin sengaja memberikan ini ? emoticon-Nohope, tapi tidak mungkin , namun apa - apaan ini bagaimana dengan tujuanku kekerajaan mencari informasi dengan kutipan ini, ( dengan wajah bingung ku mencoba menguatkan diri dengan apa yang kuterima saat itu ).



Post a comment

0 Comments