Sacred Relic - Part 3


"Tolo..........ng" , suara itu terdengar dari arah persimpangan menuju bukit , bergegas ku pergi untuk melihat yang terjadi, " hei , diamlah pak tua tak akan ada orang yang menolongmu, jalan ini tak seramai sebelum masa peperangan,cepat ambil semua barang yang ada didalam kereta !!", boss bandit berkata, " siap boss !! ", disahut oleh anggotanya, " Tolong jangan sakiti kami, kami tak punya apa - apa lagi" pak tua, "Diamlah atau aku akan mengantarkanmu beserta anak itu ke pergi dunia akhir".

Fu....gh sial tidak di dunia ini dan dunia sebelumnya hal ini pasti saja ada yang terjadi, terdiri dari 3 orang ( kakek tua, anak muda, dan adiknya ) , 1 kereta kuda ( wagon ), 4 orang yang tampak mengintimidasi ( boss bandit , 3 anak buahnya ), segera ku berjalan mendekati mereka, dengan perasaan tak yakin aku coba memberanikan diri menghampiri dan mencari tahu apa yang terjadi, 

"Hei kau,pergi  berjalanlah ini bukan urusanmu ", boss bandit, "Anak muda tolong kami, mereka merampas semua barang bawaan kami", kakek tua,
Terlihat anak muda yang babak belur dirawat oleh adiknya , seperti dia mencoba melawan dengan hal yang terjadi.

"Boss, dia bukan dari daerah sini, cincinnya tak memiliki identitas daerah sini, dan pin yang ia gunakan silver, sepertinya dia salah satu bounty hunter dari guild lepas, akan sangat sulit bagi kita jika dia bertindak", salah satu kru bandit. "Aku juga tak ingin mencari masalah dengannya, tapi jika memang harus apa boleh buat", boss bandit.

"Kakek, kemana tujuanmu saat ini... ?" "Kami akan pergi kekerajaan Rokku, tapi terhalang disini", kakek tua. "Aku akan membantumu bisakah aku menumpang untuk dapat pergi bersama ke kerajaan.. ?", "Tentu saja, aku akan sangat senang jika kau pergi bersama kami", kakek tua. "Baiklah".... , maaf aku harus berkata hal ini , tapi segera kembalikan barang yang kalian rampas dan pergilah, aku tak ingin ada pertumpahan darah lagi di daerah ini.

"Sigh..... , kau pikir kau bisa mengalahkan kami .... ?", boss bandit "Boss , aku tak ingin mati disini , boss pinnya , dia berbeda dari yang terlihat di penginapan", kru bandit "Biamlah , cepat hajar dia !!!!", boss bandit

Dengan memasang kuda - kuda ku nantikan serangan dari mereka, bersyukur aku dapat mempelajari seni bela diri dengan pedang di waktu sebelumnya, meskipun tak mahir tetapi aku bisa, 2 orang mengepungku dengan pedang mereka , pergerakan mereka manandakan mereka amatiran dalam hal penggunaan seni pedang, baiklah ini tidak terlalu sulit untukku mengalahkannya,

"Tolong jangan bunuh aku , aku tidak ingin mati, maafkan aku dan tolong lepaskan aku", kru bandit.

Ke 2 rekannya berlari meninggalkan pertarungan, pedangku masih tertahan di dada salah satu kru bandit ,  "Dan kau merupakan otak dari masalah ini... ?" ,  "Mmm...a...af..... ak......k...k.u tidak bermaksud......", boss bandit "Bounty Hunter ya.... berapa harga untuk kepalamu... ?" "Ak...k..k.ku  tidak memiliki bounty di kepalaku...",boss bandit "Jadi percuma jika aku menghabisimu, baiklah pindahkan seluruh barang yang kau jarah ke dalam kereta, kan kutunggu hingga dirimu memiliki bounty yang cukup." "e..egh..... baik tuan..

Post a comment

0 Comments