When You Open Your Eyes - Part 2





Keysia Plot,

10.45 PM, ku tatap jarum jam yang masih belum lelah berputar tiap detiknya. Sudah jam segini tapi masih banyak yang harus ku persiapkan untuk besok. Besok subuh aku akan meninggalkan kota ini. Aku menghela nafas panjang, sambil memandang sekeliling kamar ku.

‘aku akan merindukan kamar ini.’ Kata ku pelan. Tidak beberapa saat ku dengar ketukan pintu terdengar dari pintu kamar ku.

“masuk!” Pintah ku pada siapapun yang mengetuk pintu itu. Dan dari balik pintu terlihat ibu menongolkan kepalanya.

“Loh kok belum tidur?” tanya ibu seraya menghampiri ku.

“masih ada beberapa barang yang belum Key siapin bu” kata ku tersenyum pada ibu. Ibu lalu duduk disampingku dan mengelus kepala ku lembut.

“ibu akan sangat merindukan mu key” kata nya, dari matanya dapat ku lihat beberapa air mulai keluar. Aku tersenyum dan memeluk nya erat. Bagaimanapun ia lah yang telah merawat ku dari pertama kali aku menginjakan kaki ke panti asuhan ini.

“Key juga” kata ku tanpa melepas pelukan tersebut.

“Key harus memanfaatkan kesempatan ini baik-baik ya, belajar yang giat, tidak semua orang bisa mendapat beasiswa seperti key” kata ibu sambil mengelus rambut panjang ku. Aku hanya mengangguk.

“Dan satu lagi..” kata ibu melepas pelukan hangat itu. Ibu memandangku sambil tersenyum.

“Key harus bersyukur punya mama seperti mama Maya” katanya lagi.

“Iya bu, Key sangat bersyukur.” Jawab ku tersenyum.

“Oh ya, Tadi mama Maya kesini sebentar, untuk memberikan ini” kata ibu mengeluarkan sesuatu dari dalam kantong plastik biru yang ia bawa dari tadi.

“Handphone?” kata ku riang setelah melihat apa yang ibu pegang, dan ibu mengangguk.

“Buat Key bu?”

“iya donk, masa buat ibu, ibu mana ngerti pakai ginian” canda ibu.

“Tapi bu, kenapa mama Maya menyuruhkan untuk menutupi jatih diri ku di depan kak kareen?”

Tanya ku pada ibu. Ibu tanpak memandangku lama.

“Mama Maya pasti akan menjelaskannya pada Key nanti, sabar aja ya “ kata ibu lagi dan aku hanya mengangguk sambil memperhatikan handphone baru dari mama itu.
05.00 AM, aku sudah bersiap untuk berangkat ke bandara, semua barang sudah ku masukan ke dalam bagasi taxi, ku peluk semua teman-teman ku di sana satu persatu. Yang membuatku semakin terharu, mereka sengaja bangun awal demi mengucapkan selamat tinggal padaku.

“kalau liburan jangan lupa mampir ya Key,” kata Rita yang memeluku paling erat. Ia adalah teman baik ku sejak kecil.

“Tentu saja” jawab ku seraya melepas pelukkannya. Setelah puas mengucapkan selamat tinggal kepada semuanya aku pun masuk ke dalam mobil. Ibu turut mengantarku ke bandara. Disepanjang perjalanan ku senderkan kepala ku ke bahu ibu, ku rasakan tangan ibu mengelus rambutku dengan lembut.

“Apapun yang terjadi nanti Key harus ingat kalau key masih punya ibu dan teman-teman di panti, kami semua keluarga Key, Dunia luar tidak seramah dunia dalam panti Key” kata ibu.

“Ibu tenang aja, Key sudah memikirkan semua nya bu, lagian Key yakin tidak ada yang mengenal Key disana” Jawabku menenangkan ibu. Aku tahu ibu sangat cemas denganku, apalagi setelah aku memutuskan untuk memakai nama keluargaku lagi. Aku yakin tidak ada yang akan mengingat kejadian itu, apalagi itu sudah 12 tahun berlalu.
05.30 AM, sesampainya dibandara ibu menemaniku untuk mengambil tiket dan check-in. Setelah semua siap, saatnya untuk ke ruang tunggu.

“Key pamit ya bu,” kata ku memeluk ibu erat, dan ibu juga membalas pelukan ku dengan erat.

“Jangan lupa sering kasih kabar ke panti ya Key” kata ibu melepaskan pelukkannya, aku mengangguk dan lalu melambai ke ibu.
05.50 AM, aku masih menunggu diruang tunggu. Ku lihat beberapa anak berlari kesana kemari bermain dengan riang. Ada juga ibu-ibu yang bergosip dan berphoto selfie. Tidak beberapa lama handphone ku berbunyi.

‘Mama’ ternyata itu dari mama, aku sempat menyimpan nomor mama tadi malam.

Aku : “Hallo ma,”

Mama  : “Hallo Key, Key udah di bandara?”

Aku : “udah ma, udah diruang tunggu nih,”

Mama : “Mama minta maaf ya gak bisa ikut antar Key”

Aku  : “Gak apa-apa kok ma, Key ngerti mama sibuk”

Mama : ”Nanti kalau sudah mendarat kabarin mama ya Key, dan ingat pesan mama, Key juga harus sabar hadapin Kak Kareen ya”

Aku : ”Iya ma, Key ngerti kok, Key akan lakuin sesuai perintah mama”

Tidak beberapa lama terdengar pemberitahun untuk pesawat yang akan ku naiki.

Mama : “ya udah key masuk ke pesawat gih, take care ya nak”

Aku  : ”Okay ma, bye ma, Key tutup yaa”

Mama : “Bye Key”

Aku pun bergegas memasuki pesawat. Setelah masuk kedalam pesawat dan menemukan tempat dudukku, ku senderkan badanku ke kursi pesawat tersebut. Ku penjamkan mataku , ku tarik nafas panjang dan ku helah dengan cepat. Ketika aku membuka mata ku (When I open my eyes) lembaran baru akan di mulai.

Bersambung,

Author Plot :

Eaakk, part dua kelarrr, wkwkkw jangan lupa comment dan like nyaaaa, :’)

Post a Comment

4 Comments